Informasi

LOGIN Aplikasi


Masukkan username dan password Anda untuk masuk aplikasi e-Performance


LOGIN

Link Terkait

Detail AKIP

SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi. Sistem AKIP terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja. Gambar 2.3 berikut memperlihatkan hubungan keterkaitan antar komponen yang ada dalam Sistem AKIP.

 

 

 

Gambar 2.3. Sistem AKIP

 

Tujuan Sistem AKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sedangkan sasaran dari Sistem AKIP adalah:

  1. Menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
  2. Terwujudnya transparansi instansi pemerintah.
  3. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
  4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

 

Pelaksanaan penyusunan Sistem AKIP dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan dan menyusun perencanaan strategik.
  2. Merumuskan visi, misi, faktor-faktor kunci keberhasilan, tujuan, sasaran dan strategi instansi pemerintah.
  3. Merumuskan indikator kinerja instansi pemerintah dengan berpedoman pada kegiatan yang dominan, menjadi isu nasional dan vital bagi pencapaian visi dan misi instansi pemerintah.
  4. Memantau dan mengamati pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dengan seksama.
  5. Mengukur pencapaian kinerja dengan:
  1. Perbandingan kinerja aktual dengan rencana atau target.
  2. Perbandingan kinerja aktual dengan tahun-tahun sebelumnya.
  3. Perbandingan kinerja aktual dengan kinerja di negara-negara lain, atau dengan standar internasional.

Melakukan evaluasi kinerja dengan:

  1. Menganalisis hasil pengukuran kinerja .
  2. Menginterprestasikan data yang diperoleh.
  3. Membuat pembobotan (rating) keberhasilan pencapaian program.
  4. Membandingkan pencapaian program dengan visi dan misi instansi pemerintah.

Alat untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).